Peninjauan Puskesmas Dalam AKreditasi FKTP

Diposting Tanggal 27 September 2017

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, meninjau fasilitas kesehatan dan pelayanan di 2 Puskesmas yang maju dalam Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tahun ini yakni Puskesmas Modopuro dan Puskesmas Kemlagi, Rabu (20/9) siang kemarin.

 Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin, wakil bupati meninjau beberapa ruang seperti Unit Gawat Darurat (UGD), fasilitas rawat inap dan poned (ada di Puskesmas Kemlagi), serta beberapa layanan seperti ruang gizi, laktasi, poli gigi, laboratorium, poli KIA/KB serta dapur.

 Di sela-sela kunjungannya, wakil bupati megatakan jika akreditasi tidak menjadi patokan dalam upaya peningkatan 27 unit Puskesmas di Kabupaten Mojokerto yang tersebar di 18 kecamatan.

 “Sebenarnya akreditasi tidak menjadi patokan utama. Sebab hasil apapun yang diperoleh, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memang berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan fasilitas kesehatan Puskesmas. Target Pemerintah Kabupaten Mojokerto sendiri ingin agar tiap Puskesmas memiliki fasilitas rawat inap, namun hal tersebut akan menyesuaikan kondisi masing-masing Puskesmas,” ujarnya.

 Didik Chusnul Yakin melihat akreditasi ini, sebagai sarana mensupport Puskesmas untuk terus berbenah di semua aspek. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa akreditasi punya pengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas itu sendiri.

 “Jika sudah terakreditasi, masyarakat memiliki persepsi bahwa Puskesmas tersebut memang berkompeten dan professional. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa Puskesmas yang terakreditasi, otomatis telah memenuhi kriteria mutu dan beberapa sarana yang tidak dimiliki oleh Puskesmas yang belum terakreditasi,” urai Didik. 

 Usai meninjau akreditasi Puskesmas Kemlagi dan Puskesmas Modopuro, wakil bupati sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto hadir dalam acara peringatan HUT PMI ke-72 dengan mengangkat tema “Membangun Masyarakat Tangguh” yang digelar di Kantor PMI Kabupaten Mojokerto, Raya Jabon.

 “Tidak bisa dipungkiri jika PMI lekat dengan kegiatan donor darah, padahal lebih dari hal tersebut kita bergerak di bidang kemanusiaan. Semuanya bersatu untuk hal ini mulai dunia usaha, pendidikan dan pemerintah. PMI bertekad untuk lebih baik ke depan dan lebih solid serta ikhlas dalam menjalankan tugas,” ucapnya dalam sambutan.